14 Makanan dan Minuman Khas Riau yang Dapat Menggugah Selera

Riau merupakan salah satu provinsi yang ada di Indonesia. Letaknya berada pada bagian tengah pantai timur Pulau Sumatera. Ibu kota dari Provinsi Riau adalah Pekanbaru. Provinsi yang terkenal kaya akan sumber alamnya ini juga memiliki makanan khas yang beragam loh. Ini dia daftar makanan khas Provinsi Riau.

1. Sop Tunjang

Sop Tunjang
(Instagram: e_ndro)

Makanan khas Riau pertama yang akan kita bahas adalah sop tunjang. Makanan ini merupakan khas Kota Pekanbaru. Tunjang sendiri merupakan nama bagian dari kaki sapi. Sop tunjang sudah ada sejak tahun 1992. Yang istimewa dari sop tunjang adalah dimasak kurang lebih selama 4 jam menggunakan kayu bakar. Rempah yang digunakan adalah bawang, kayu manis dan cengkeh.

2. Kue Bangkit

Kue Bangkit
(Instagram: lina.tjoandra)

Kue bangkit merupakan kue yang terbuat dari tepung sagu. Dinamakan kue bangkit karena kue ini mengembang hingga dua kali lipat besarnya setelah dipanggang. Bahan utama yang digunakan adalah tepung sagu, santan , gula dan telur.

Kue ini bentuknya beraneka ragam, sesuai dengan selera pembuat kue. Kamu bisa menemukan kue ini berbentuk bunga, daun, bahkan bentuk-bentuk hewan. Warnanya pun beraneka ragam, tergantung pada campuran bahan saat proses pembuatan.

3. Lempok Durian

Lempok Durian
(ksmtour.com)

Lempok durian merupakan makanan khas Kota Pontianak Provinsi Riau berupa dodol yang dibuat menggunakan bahan utama durian. Yang unik adalah durian yang digunakan bukan hanya sekedar perasa saja, namun memang benar-benar dari durian asli. Daging durian diolah seperti dodol pada umumnya dengan campuran gula dan sedikit garam. Bagi kamu pencinta dodol jangan sampai melewatkan makanan yang satu ini.

4. Ikan Asap Selais

Ikan Asap Selais
(food.detik.com)

Selais merupakan ikan yang populer dan hidup di perairan Riau. Ikan selais sangat sulit untuk ditemukan di luar Riau. Sesuai dengan namanya, ikan asap selais pastinya merupakan makanan khas Riau yang terbuat dari ikan selais yanf diolah dengan cara diasap. Selain diasap, ikan selais juga bisa diolah dengan cara digoreng atau digulai.

Makanan ini merupakan hidangan turun temurun yang mana disajikan di hampir setiap rumah di Riau. Jika kamu penasaran dengan hidangan yang satu ini, kamu bisa menemukannya dengan mudah di rumah makan yang ada di Riau.

5. Dodol Kedondong

Dodol Kedondong
(dilokasi.com)

Dodol kedondong merupakan makanan khas Kabupaten Indragiri Hulu Riau yang terbuat dari buah kedondong, tepung beras ketan, kelapa dan gula pasir. Dodol kedondong ini memiliki cita rasa yang pas antara manis dan asam. Warnanya cokelat kehitaman dan memiliki aroma yang harum. Cemilan ini sangat cocok untuk dijadikan sebagai oleh-oleh saat kamu mampir ke Kabupaten Indragiri.

6. Keripik Nanas

Keripik nanas khas Riau
(beritalive.com)

Pekanbaru merupakan kota yang memiliki nanas yang melimpah. Salah satu olahan nanas yang menjadi makanan khas Pekanbaru adalah keripik nanas. Nanas yang ada dikupas lalu diiris tipis-tipis. Setelah dipotong tipis-tipis, nanas direbus kemudian dijemur hingga mengering. Setelah itu, nanas diolah dengan cara digoreng. Cemilan olahan yang satu ini sangat cocok untuk dijadikan oleh-oleh karena awet dalam waktu lama.

7. Mie Tarempa

Mie Tarempa
(travel.kompas.com)

Sesuai namanya, mie ini berasal dari Kelurahan Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepualauan Riau. Mie tarempa memiliki tekstur seperti mie telur dengan bentuk pipih tebal. Disajikan bersama dengan suwiran ikan tongkol berbumbu di atasnya.

8. Mie Sagu

Mie Sagu
(sajiansedap.grid.id)

Seperti namanya, bahan utama dari pembuatan mie sagu adalah tepung sagu. Tepung sagu berasal dari olahan batang pohon sagu. Bentuk dari mie sagu lebih besar dan lebih transparan dibandingkan dengan mie pada umumnya yang terbuat dari tepung terigu. Ciri khas dari mie ini adalah terdapat tambahan ikan teri, tauge dan potongan daun kucai.

9. Mie Lendir

Mie Lendir
(Instagram: herni_hershelsamuel)

Selain mie tarempa dan mie sagu, Riau juga memiliki mie khas yang bernama mie lendir. Mungkin kamu sedikit kurang nyaman mendengar namanya, tapi walaupun namanya agak aneh, mie lendir memiliki rasa yang enak. Mie lendir merupakan makanan khas Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Mie yang digunakan dalam sajian mie lendir adalah mie kuning. Dinamakan mie lendir karena kuahnya yang kental.

10. Bacah Daging

Bacah Daging
(resepmasakanindonesiaku.info)

Kamu tau rendang? Nah kalau makanan yang satu ini merupakan rendang versi Riau. Tampilannya pun sama dengan rendang. Yang menjadikan bacah daging menjadi khas adalah proses pengolahannya dengan cara dipanggang.

11. Nasi Lemak

Nasi Lemak
(Instagram: sbsfood)

Nasi lemak merupakan sajian nasi yang diolah dengan santan kelapa sehingga menimbulkan cita rasa gurih pada nasi. Sering juga disebut dengan nasi uduk atau nasi liwet di daerah lain. Untuk menambah aroma wangi pada nasi lemak, biasanya ditambahkkan daun pandan dalam pembuatannya. Nasi lemak biasanya dihidangkan bersama dengan telur, ikan bilis, irisan timun dan sambal.

12. Cincalok

Cincalok
(Instagram: dexjuz)

Apa itu cincalok? Untuk orang di luar Kepulauan Riau mungkin sangat asing dengan nama cincalok. Cincalok merupakan sambal khas Riau yang dibuat dari udang rebon yang difermentasi dengan gula dan garam. Biasanya cincalok dicampur lagi dengan cabe rawit, perasan jeruk dan bawang merah. Rasanya bercampur antara pedas, manis, asin dan asam.

13. Lopek Bugi

Lopek Bugi
(Instagram: liamarta)

Lopek bugi merupakan makanan khas Kabupaten Kampar Riau. Dalam Bahasa Indonesia, lopek memiliki arti lepat sedangkan bugi memiliki arti ketan. Sesuai namanya, bahan utama dari lopek bugi adadlah ketan. Bahan lainnya yang digunakan adalah perutan kelapa dan gula.

Lopek bugi dibungkus menggunakan daun pisang. Dulunya makanan ini merupakan makanan kalangan bangsawan, namun kini sudah dinikmati oleh semua kalangan.

14. Es Laksamana Mengamuk

Es Laksamana Mengamuk
(Instagram: niluh_indriati)

Sekarang kita bahas tentang minuman khas Riau. Yang pertama adalah minuman dengan nama yang sangat unik yaitu es laksamana mengamuk. Yang menjadikan minuman ini berbeda dari minuman segar pada umumnya adalah menggunakan buah kuweni sebagai bahan utama.

Minuman ini diberi nama seperti itu karena diambil dari peristiwa seorang laksamana yang mengamuk di kebun kuweni. Laksama tersebut melampiaskan amarahnya dengan menebas-nebas pohon yang ada pada kebun kuweni. Warga setempat pun mencoba untuk mengolah buat kweni yang berserakan.